Pada 25 Agustus 2025, serangan udara Israel menargetkan Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, selatan Jalur Gaza, yang menyebabkan sedikitnya 20 orang tewas, termasuk lima jurnalis internasional dari berbagai media.
📰 Identitas Jurnalis yang Tewas
Kelima jurnalis yang tewas dalam serangan tersebut adalah:
-
Hussam al-Masri (Reuters) spaceman88
-
Mariam Abu Dagga (freelancer untuk Associated Press)
-
Mohammed Salama (Al Jazeera)
-
Moaz Abu Taha (freelancer)
-
Ahmed Abu Aziz (Middle East Eye)
Seorang jurnalis Reuters lainnya, Hatem Khaled, terluka dalam serangan kedua yang terjadi beberapa menit setelah serangan pertama.
🎯 Taktik “Double-Tap” dan Dampaknya
Serangan tersebut merupakan serangan “double-tap”, di mana serangan pertama mengenai atap rumah sakit, diikuti oleh serangan kedua beberapa menit kemudian saat petugas medis dan jurnalis tiba di lokasi untuk memberikan bantuan. Taktik ini dikenal untuk meningkatkan jumlah korban dan mempersulit upaya penyelamatan.
Rumah Sakit Nasser adalah salah satu dari sedikit fasilitas medis yang masih beroperasi di Gaza Selatan dan sedang merawat lebih dari 1.000 pasien saat serangan terjadi. Serangan ini merusak unit gawat darurat dan ruang perawatan, menghambat kemampuan rumah sakit untuk memberikan perawatan medis yang diperlukan.
🌐 Reaksi Internasional
Serangan ini memicu kecaman luas dari berbagai pihak internasional:
-
Pemerintah Israel: Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut serangan tersebut sebagai “kesalahan tragis” dan memerintahkan penyelidikan.
-
Amerika Serikat: Presiden menyatakan keterkejutannya dan ketidaksetujuannya terhadap serangan tersebut.
-
Prancis dan Qatar: Menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dan jurnalis dalam konflik.
-
PBB dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO): Mengutuk serangan tersebut dan menyerukan penyelidikan independen.
-
Komite untuk Perlindungan Jurnalis (CPJ) dan Federasi Jurnalis Internasional (IFJ): Mendesak agar pelaku serangan diadili dan menuntut perlindungan lebih bagi jurnalis di zona konflik.
📷 Dampak dan Kesimpulan
Serangan ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi oleh jurnalis dan petugas medis dalam meliput konflik bersenjata. Penting bagi komunitas internasional untuk menuntut pertanggungjawaban dan memastikan perlindungan terhadap mereka yang berada di garis depan dalam memberikan informasi dan perawatan medis.