• Image
  • Image

Selamat datang di Website resmi Pengadilan Agama Tenggarong | Pimpinan, Hakim dan Segenap Pegawai Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1439 H - Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Dan Bathin

 

Artikel - Tahun Baru Islam 1438 H.

“TAHUN BARU ISLAM 1438 H.”

Oleh:
TAUFIKURRAHMAN

 

Tahun 1437 Hijriah telah berlalu, kini tahun 1438 Hijriah kita jalani. Ada pemandangan yang berbeda dalam menyambut pergantian tahun baru masehi dengan tahun baru hijriah. Jika tahun baru masehi disambut dengan meriah, mewah, bahkan terkesan glamor dan hura-hura. Dimana-mana terdengar bunyi terompet, petasan dan kembang api yang menjulang tinggi menghiasi langit, tempat-tempat hiburan dipenuhi oleh orang-orang yang ingin merayakan pergantian tahun. Semua menunggu saatnya jarum jam menunjukan pukul 00.00 tiba. Tua muda, laki-laki dan wanita berbaur dalam merefleksikan kegembiraan menyambut pergantian tahun itu.

Pemandangan yang sangat kontras terjadi saat pergantian tahun baru hijriah, tahun barunya umat Islam. Tak ada bunyi terompet, petasan, apalagi kembang api. Suasana menyambut tahun baru Islam itu penuh dengan evalasi diri. Orang-orang Islam menyambutnya dengan do’a dan istighfar. Dengan khusyu’ dan tawadhu’nya mereka berdo’a memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan selama setahun yang lalu. Karena itu ada sebagian ulama yang menganjurkan untuk berdo’a di akhir tahun dan di awal tahun. Sebuah usaha untuk mengevaluasi segala amal yang dikerjakan selama ini.

Evaluasi diri atau muhasabah perlu dilakukan, terutama saat bergantinya tahun. Dengan muhasabah dan evaluasi diri akan diketahui mana yang lebih banyak dilakukan, apakah amal shaleh ataukah amal salah. Jika amal shaleh yang lebih banyak dilakukan selama setahun yang lalu, maka patut bersyukur dan berusaha untuk meningkatkannya. Tetapi bila amal salah yang lebih banyak dari pada amal shaleh, maka penyesalan dan permohonan ampun kepada Allah Swt sangat pastas dilakukan.

Selengkapnya KLIK DISINI

Pin It